23 Pemakalah Ditampilkan di Seminar Nasional Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Khairun

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan, Universitas Khairun Ternate telah melaksanakan kegiatan Seminar Nasional, pada hari Senin 22 Agustus tahun 2022, di aula mini FKIP Universitas Khairun, dengan mengangkat tema “Dinamika Transformasi dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Digital.”

Kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia dari Bapak Nasrullah La Madi, S.Pd., M. Pd dan sambutan dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bapak Dr. Abdu Mas’ud., M.Pd.

Laporan Ketua Panitia

Dalam laporan ketua panitia, Bapak Nasrullah La Madi, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa Seminar Nasional Prodi PBSI tahun 2022 dilaksanakan secara daring dan luring. Abstrak seminar yang akan diseminarkan hari ini sebanyak 23 pemakalah dari 76 lebih peserta. Selain itu beliau menjelaskan pendidikan pada era digital saat ini selalu dituntut untuk dapat berinovasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seminar Nasional Prodi PBSI tahun 2022 menghadirkan 2 narasumber yang luar biasa yaitu Prof Djoko Saryono, M.Pd (Guru Besar Fakultas Sastra Univ. Negeri Malang) dan Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M. Hum (Kepala Kantor Bahasa Maluku Utara atau yang mewakili Ibu Normala, S. Pd. Kegiatan dihadiri dosen, peneliti, praktisi dan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.

Penyampain Materi dari Narasumber

Prof Djoko Saryono, M.Pd menjelaskan tentang arung perahu pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di tengah zaman badai digital. Pendidikan termasuk pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia memasuki masa ketakterdugaan, ketakpastian, kemenduan, dan kompleksitas tinggi.

Narasumber kedua Normala, S.Pd menjelaskan era digital adalah sebuah masa atau zaman dimana hampir seluruh bidang dalam tatanan kehidupan sudah dibantu dengan teknologi digital. Terdapat pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran misalnya youtube, google classroom, zoom, dll.

Semoga dengan adanya seminar nasional ini dapat memberikan manfaat, ilmu baru serta menyentuh hati para guru dan calon guru bahasa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.