20 May 2025 Humas Post Dibaca 204 kali

Tim Dosen PBSI Unkhair Gelar Workshop Literasi Digital di MAN 1 Ternate: Mendidik Siswa untuk Cerdas dan Etis di Media Sosial

Ternate – Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Khairun (Unkhair), yang terdiri atas Adityarini Kusumaningtyas, S.Pd., M.Hum.; Adriani, S.Pd., M.Pd.; Nuz Chairul Muhrib, S.Hum., M.Li.; dan Justam Wahab, S.Pd., M.Pd., menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Workshop Literasi Digital: Cerdas dan Etis di Media Sosial di MAN 1 Ternate pada Rabu, 14 Mei 2025. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 10, 11, dan 12 dengan tujuan menumbuhkan kesadaran serta keterampilan digital yang bertanggung jawab di era informasi saat ini. Kegiatan berlangsung selama dua jam dan mencakup berbagai metode pembelajaran interaktif, seperti diskusi terarah, presentasi, kuis, dan studi kasus. Suasana workshop terasa dinamis dan partisipatif, dengan antusiasme yang tinggi dari para siswa. Secara umum, workshop ini bertujuan untuk:
  1. Menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya etika bermedia sosial,
  2. Meningkatkan pemahaman tentang konsep jejak digital dan dampaknya,
  3. Melatih siswa bersikap kritis terhadap informasi di media sosial,
  4. Mendorong refleksi diri serta pembentukan perilaku bermedia sosial yang bijak dan bertanggung jawab.
Dalam sesi materi, tim dosen menyampaikan berbagai topik penting, mulai dari jenis-jenis jejak digital, dampak jangka panjang dari jejak digital negatif, hingga strategi membangun jejak digital yang positif. Materi dilanjutkan dengan pembahasan tentang etika bermedia sosial, termasuk bagaimana bersikap sopan, menghindari ujaran kebencian, serta menjaga privasi diri dan orang lain. Isu hoaks juga menjadi bagian penting dalam workshop ini. Para siswa diajak mengenali ciri-ciri informasi palsu, memahami bahaya penyebaran hoaks, dan dilatih cara mengidentifikasi informasi yang tidak valid. Workshop juga menyoroti pentingnya keamanan data pribadi, dengan memberi contoh data-data apa saja yang sebaiknya tidak dibagikan di media sosial, lengkap dengan studi kasus nyata yang relevan dan mudah dipahami siswa. Literasi digital kini menjadi keterampilan esensial yang harus dimiliki setiap individu, terutama generasi muda. Tanpa bekal literasi yang memadai, remaja rentan menjadi korban ataupun pelaku dalam penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan tindakan tidak etis lainnya di media digital. “Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tapi juga sadar dan bertanggung jawab. Literasi digital mencakup kemampuan teknis, etika, dan refleksi kritis terhadap kebiasaan digital sehari-hari,” ungkap Adityarini, selaku ketua tim pelaksana. Respons siswa terhadap kegiatan ini sangat positif. Banyak dari mereka mengaku baru menyadari bahwa aktivitas digital sehari-hari bisa berdampak panjang terhadap reputasi dan keamanan diri. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen para dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unkhair untuk berkontribusi dalam pembangunan karakter generasi muda melalui pendekatan edukatif yang kontekstual dan relevan dengan tantangan zaman. Melalui kegiatan seperti ini, dunia pendidikan diajak untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap digital yang cerdas, etis, dan bertanggung jawab.