Menambah Ilmu dan Wawasan dengan Seminar Bahasa dan Sastra Maluku Utara Bersama Himabin.

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himabin), FKIP, Universitas Khairun melalukan kegiatan Seminar yang bertempat di Aula Mini Universitas khairun pada Selasa, 31 Mei 2022.

Seminar kali ini mengusung tema “Melestarikan Nilai-Nilai Kebahasaan dan Kesusastraan Maluku Utara dalam Menghadapi Tantangan Zaman” dengan dua narasumber luar biasa yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bapak Anwar Nada S.Pd, M. Hum (Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), dan Bapak Nasrullah La Madi S.Pd., M.Pd (Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) seminar hari ini dimoderatori oleh Achmad Gani Pelupessy (Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia).

Sebelum masuk pada materi terdapat laporan ketua panita dan sambutan. Laporan ketua panitia atas nama Sukran Tomagola (Ketua Bidang Minat dan Bakat) Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia, dan sambutan oleh Bapak Anwar Nada, S.Pd., M. Hum (Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia).

Laporan Ketua Panitia.
Sambutan Koordinator Program Studi.

Narasumber pertama yaitu Bapak Nasrullah La Madi S.Pd., M.Pd (Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dalam materinya, ia menyampaikan Marwah Sastra Maluku Utara Pada Nilai KeIndonsiaan terdiri beberapa poin:
a. Peran akal budi dan rasio. Bahwa pusat kepribadian seseorang bukanlah inteleknya tetapi pada hatinya yang mempersatukan akal budi, intelegensi, dan perasaan.
b. Kekuatan simbolik dan peran symbol.
c. Peran ilmu dan kebijaksanaan.

Terdapat upaya-upaya menghadirkan semangat mewarwahkan Kesusastraan Maluku Utara:
a. Politis (Penerbitan buku sastra Lisan Maluku Utara melalui kebijakan perbukuan dan penerbitan yang murah.
b. Hasil terbitan dipublikasi.
c. Revitalisasi sastra daerah berbasis media sosial (Tiktok, youtube, FB, dan IG).
d. Edukasi. Penguatan pembelajaran kontekstual.
e. Ekonomi Pemerintah memperhatikan kehidupan penerbitan.

Pemaparan materi dari narasumber pertama.

Setelah pemaparan materi Kesusastraan dilanjutkan materi Nilai-Nilai Kebahasaan dengan narasumber kedua yaitu Bapak Anwar S.Pd, M. Hum (Koordintar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). Dalam materi, Koordinator Program Studi menjelaskan jumlah suku Indonesia pada tahun 2010 berjumlah sebanyak 1341 suku dan terdapat 696 bahasa daerah (Riset pada tahun 2018). Untuk wilayah timur di Indonesia yang memiliki bahasa daerah terbanyak yaitu Provinsi Papua dengan 400 sekian bahasa daerah dan Provinsi Maluku Utara 32 bahasa daerah. Dari tahun ke tahun bahasa daerah yang ada di Maluku Utara mengalami pergeseran sehingga dapat mengakibatkan bahasa daerah terancam punah.

Bapak Anwar pun mengatakan khususnya generasi muda, diharapkan kesadaran dan kebiasaan pada diri masing-masing agar dapat menggunakan bahasa daerahnya dengan tujuan melindungi, melestarikan, dan meningkatkan ranah penggunaan bahasa daerah sesuai dengan konteksnya.

Pemaparan materi dari narasumber kedua.

Tidak hanya materi saja, namun mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya kepada kedua narasumber pada hari ini dan dijawab maupun direspon dengan baik oleh  narasumber.

Mahasiswa mengajukan pertanyaan.

Semoga dengan kegiatan ini dapat melestarikan bahasa daerah justru memperkaya khasanah budaya bangsa, diantaranya: menambah kosakata bagi perkembangan bahasa Indonesia, sebagai pendukung bahasa Indonesia, sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia, sebagai identitas dan ciri khas dari suatu suku dan daerah, dan merupakan media penerapan dalam pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.